GAZA, (PIC)
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan pada hari Sabtu bahwa tentara pendudukan Israel melakukan tiga pembantaian di berbagai wilayah Jalur Gaza selama 24 jam terakhir, menewaskan sedikitnya 29 warga sipil dan melukai lebih dari 100 lainnya, sementara sejumlah besar korban masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang dibom atau tergeletak di jalan.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian kesehatan mengatakan bahwa tentara Israel membunuh dan melukai sejumlah besar warga sipil di berbagai wilayah Gaza selama 24 jam terakhir, tetapi sedikitnya 129 dari mereka, termasuk 29 martir, dibawa ke rumah sakit.
Kementerian Kesehatan menambahkan bahwa jumlah korban tewas akibat pemboman dan penembakan Israel yang sedang berlangsung, yang dimulai pada 7 Oktober, meningkat menjadi 38.098 orang dan jumlah yang terluka melonjak menjadi 87.705 orang.
Dalam konteks terkait, Kementerian Kesehatan Gaza telah memohon lagi kepada PBB untuk segera menyediakan fasilitas medis vitalnya dengan kebutuhan bahan bakar untuk mengoperasikan generator listrik, sambil memperingatkan bahwa banyak departemen di rumah sakit operasional yang tersisa berhenti bekerja sebagai akibat dari krisis bahan bakar.
Jalur Gaza telah berada di bawah pemboman brutal sejak operasi lintas perbatasan dilancarkan oleh sayap bersenjata Hamas, Brigade al-Qassam, pada tanggal 7 Oktober.
Selain banyaknya korban jiwa dan banyaknya pengungsian, makanan pokok, bahan bakar, air dan perlengkapan medis telah habis bagi 2,3 juta penduduk di Gaza karena blokade ketat Israel dan kerusakan besar-besaran pada infrastruktur dan fasilitas.