Saturday, 13 Jul 2024

Multivitamin Tidak Menurunkan Risiko Kematian

RisalahPos
30 Jun 2024 18:15
3 minutes reading

Sebuah studi selama 20 tahun terhadap 400.000 orang dewasa di AS menemukan bahwa multivitamin secara teratur tidak menurunkan risiko kematian, sehingga menantang efektivitas multivitamin dalam meningkatkan umur panjang.

Hasilnya didasarkan pada studi NIH yang menganalisis informasi pola makan selama dua dekade dari 390.124 orang dewasa AS.

Sebuah besar terhadap data dari hampir 400.000 orang dewasa AS yang sehat yang diikuti selama lebih dari 20 tahun tidak menemukan hubungan antara penggunaan multivitamin secara teratur dan risiko kematian yang lebih rendah. Studi yang dipimpin oleh peneliti pada Institut Kesehatan NasionalInstitut Kanker Nasional, diterbitkan pada tanggal 26 Juni 2024, di JAMA Terbuka.

Banyak orang dewasa di Amerika Serikat multivitamin dengan harapan dapat meningkatkan kesehatan mereka. Namun, manfaat dan bahaya penggunaan multivitamin secara teratur masih belum jelas. Penelitian sebelumnya penggunaan multivitamin dan angka kematian memberikan hasil yang beragam dan dibatasi oleh waktu tindak lanjut yang singkat.

Untuk mengeksplorasi lebih dalam hubungan antara penggunaan multivitamin secara teratur dalam jangka panjang dan angka kematian secara keseluruhan penyakit kardiovaskular dan kanker, para peneliti menganalisis data dari tiga studi prospektif besar yang beragam secara yang total 390.124 orang dewasa AS yang diikuti selama lebih dari 20 tahun. Para peserta yang disertakan dalam analisis ini secara umum sehat, tanpa riwayat kanker atau penyakit kronis lainnya.

Analisis dan Hasil

Karena populasi penelitian sangat besar dan mencakup tindak lanjut yang panjang serta informasi yang luas tentang faktor demografi dan gaya hidup, para peneliti dapat mengurangi dampak bias yang mungkin memengaruhi temuan penelitian lain. Misalnya, orang yang menggunakan multivitamin mungkin memiliki gaya hidup yang lebih sehat secara umum, dan pasien yang sakit mungkin lebih cenderung meningkatkan penggunaan multivitamin.

Analisis menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi multivitamin setiap hari tidak memiliki risiko kematian yang lebih rendah akibat penyebab apa pun dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi multivitamin. Tidak ada pula perbedaan dalam mortalitas akibat kanker, penyakit jantung, atau penyakit serebrovaskular. Hasil tersebut disesuaikan dengan faktor-faktor seperti ras dan etnis, pendidikan, dan kualitas diet.

Para peneliti mencatat bahwa penting untuk mengevaluasi penggunaan multivitamin dan risiko kematian di antara berbagai jenis populasi, seperti mereka yang memiliki kekurangan gizi yang terdokumentasi, serta dampak penggunaan multivitamin rutin pada kondisi kesehatan lain yang terkait dengan penuaan.

“Penggunaan Multivitamin dan Risiko Kematian di 3 Calon Kelompok AS” oleh Erikka Loftfield, Caitlin P. O'Connell, Christian C. Abnet, Barry I. Graubard, Linda M. Liao, Laura E. Beane Freeman, Jonathan N. Hofmann, Neal D. Freedman dan Rashmi Sinha, 26 Juni 2024, Jaringan JAMA Terbuka.
DOI: 10.1001/jamanetworkopen.2024.18729



RisalahPos.com Network